Sabtu, 13 Oktober 2012

LAPORAN PENGUJIAN LARUTAN ASAM BASA MENGGUNAKAN INDIKATOR ALAMI

 KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan laporan hasil uji percobaan untuk menentukan asam-basa larutan yang kami sajikan dalam bentuk makalah.

Adapun makalah kimia tentang laporan hasil uji percobaan untuk menentukan sifat asam-basa larutan yang telah kami usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami tidak lupa menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini.

Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi penyusun bahasanya maupun segi lainnya. Oleh karena itu dengan lapang dada dan tangan terbuka kami membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin memberi saran dan kritik kepada kami sehingga kami dapat memperbaiki makalah kimia ini.

Akhirnya kami mengharapkan semoga dari makalah kimia tentang asam-basa larutan ini dapat diambil hikmah dan manfaatnya sehingga dapat memberikan inpirasi terhadap pembaca.



         Serang, 28 Maret 2012


        (Penyusun)


A.    Pendahuluan

Senyawa asam mempunyai rasa yang masam sedangkan senyawa basa mempunyai rasa yang pahit. Akan tetapi kita tidak boleh mencicipi rasa dari suatu zat kimia. Karena ada beberapa zat yang mengandung racun. Oleh karena itu untuk menguji sifat asam-basa larutan kita dapat menggunakan alat bantu berupa kertas lakmus dan beberapa indikator alami seperti ekstrak bunga dan kunyit. Tetapi pada uji percobaan ini kita akan menggunakan bahan indikator alami seperti ekstrak bunga mawar dan bunga sepatu.

B.     Tujuan

Kami melakukan uji percobaan untuk  menentukan sifat asam dan basa beberapa larutan dengan menggunakan indicator alami yaitu ekstrak bunga sepatu dan bunga mawar, dan Mengamati perubahan warna indikator pada larutan asam dan basa

C.    Manfaat Asam dan Basa
a)      Asam
ü  Asam Cuka          : dibuat untuk masakan
ü  Air Keras             : pada baterai karena dari asam sulfat
ü  Asam Lambung   :untuk membantu mencerna makanan yang kita makan. Merupakan
 asam klorida
ü  Asam Sitrat          : Banyak terdapat pada makanan dan minuman tertama yang kemasan, dan pada agar-agar, untuk menambah rasa dan juga keasaman.
b)      Basa
ü  Natrium hidroksida / soda api / soda ash dan kalium hidroksida, sebagai bahan baku pembersih dalam rumah tangga, misalnya sabun mandi, sabun cuci, detergen, pemutih dan pembersih lantai
ü  Magnesium hidroksida dan aluminium hidroksida, terkandung dalam obat nyeri lambung (antasid).
ü  Amoniak, untuk pelarut desinfektan (pencegah terjadinya infeksi) dan bahan baku pupuk urea.
D.    Rumusan Masalah

1)      Apakah pengertian asam dan basa ?
2)      Apa yang dimaksud dengan indicator?
3)      Bagaimanakah cara untuk menentukan sifat asam-basa larutan?
4)      Apa sajakah bahan yang digunakan untuk menguji asam-basa?
5)      Apakah yang terjadi setelah air jeruk dan air sabun di beri tetesan indicator?

E.     Landasan Teori

Indikator adalah suatu zat penunjuk yang dapat membedakan larutan, asam atau basa,atau
netral melampirkan beberapa indikator dan perubahannya pada trayek pH tertentu,kegunaan indikator ini adalah untuk mengetahui berapa kira-kira pH suatu larutan. Disamping itu juga digunakan untuk mengetahui titik akhir kosentrasi pada beberapasenyawa organik dan senyawa anorganik.
Keasaman atau kebasaan suatu zat tergantung pada banyak ada tidaknya ion H (untuk asam) dan ion OH (untuk basa) dalam zat tersebut serta derajat ionisasi zat tersebut.
Teori asam-basa:
Ø  Pada tahun 1884 Svante Arrhenius mengemukakan teori tentang asam dan basa yaitu teori asam basa arrhenius. Menurutnya, asam adalah suatu zat yang apabila dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion H+ dimana ion tersebut merupakan satu-satunya ion yang ada dalam larutan. Basa merupakan zat yang apabila di larutkan dalam air akan terionisasi menghasilkan ion OH-, dan ion tersebut merupakan ion satu-satunya yang ada di dalam larutan.
Ø  Pada tahun 1923 ahli kima Denmark bernama J.N Bronsted dan ahli kimia inggris bernama T.N Lowry mengemukakan teori yang bernama teori asam basa broansted-lowry, yang berbunyi suatu zat pemberi proton (proton donor) disebut asam dan suatu zat penerima proton (proton aseptor) di sebut basa. Dari definisi tersebut maka suatu asam setelah melepas proton akan membentuk basa konjugasi dari asam tersebut. Demikian pula dengan basa, setelah menerima proton akan membentuk asam konjugasi dari basa tersebut.
Ø  Pada tahun 1932 G.N Lewis menyatakan teori yang berbunyi basa adalah zat yang memiliki satu atau lebih pasangan elektron bebas yang dapat di berikan kepada zat lain sehingga terbentuk ikatan kovalen koordinasi, sedangkan asam adalah zat yang dapat menerima pasangan elektron tersebut.

F.     Metode Kerja
            Praktikum ini kami kerjakan secara berkelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 5 anggota yaitu yang seluruh anggotanya merupakan siswa kelas XII IPA 3. Kami menyediakan alat dan bahan serta melakukan eksperimen menguji larutan-larutan, untuk mengetahui apakah termasuk larutan asam maupun basa, di dalam ruangan kelas XII IPA 3. Waktu yang kami gunakan untuk melakukan praktikum ini adalah selama ± 1 jam yakni dari pukul 08.00-09.00 WIB pada tanggal 24 Maret 2012.

G.    Alat dan Bahan

a)      Alat
·         Lumpang dan alu
·         Plat tetes
·         Pipet tetes
·         Wadah air
·         Lap atau tissue
b)      Bahan
·         Mahkota bunga sepatu dan bunga mawar warna merah
·         Air atau aquades
·         Jeruk nipis
·         Air sabun atau detergen
·         5 jenis larutan yang akan diuji dan diberi label A-E


H.    Cara Kerja
a.       Haluskan mahkota bunga sepatu dengan menggunakan lumpang dan alu.
b.      Tambahkan 10 ml air atau secukupnya.
c.       Ambil 3 tetes air jeruk ke dalam plat tetes dengan menggunakan pipet tetes, kemudian tambahkan 3 tetes ekstrak bunga sepatu dengan pipet tetes, amati perubahan warna dan catatlah pada tabel. (jangan diaduk)
d.      Dan Ambil 5 tetes Larutan A, B, C, D, E ke dalam plat tetes, kemudian tambahkan 3 tetes ekstrak bunga sepatu pada masing-masing larutan, amati perubahan warnanya.
e.       Haluskan mahkota bunga mawar dengan menggunakan lumpang dan alu.
f.       Tambahkan 10 ml air atau secukupnya.
g.      Ambil 3 tetes air sabun/detergen ke dalam plat tetes dengan pipet tetes, kemudian tambahkan 3 tetes ekstrak bunga mawar, amati perubahan warna dan catatlah pada tabel.
h.      Ambil 5 tetes larutan A, B, C, D, E ke dalam plat tetes, tambahkan 3 tetes ekstrak bunga mawar pada masing-masing larutan, amati perubahan warnanya.
i.        Untuk mengetahui larutan tersebut bersifat asam atau basa bandingkanlah perubahan warna larutan tersebut setelah ditambahkan indicator alami, dengan perubahan warna pada air jeruk dan air sabun yang telah diberi tambahan indicator. Air jeruk bersifat asam dan air sabun bersifat basa.
j.        Tuliskan hasil pengamatan dalam bentuk tabel dan buatlah kesimpulannya,

I.       Hasil Pengamatan
1.      Hasil Pengamatan Uji pendahuluan
No
Larutan
Perubahan warna pada penambahan ekstrak
Bunga Sepatu
Bunga mawar
1
Air jeruk nipis (asam)
Merah (+)
Merah (++)
2
Air sabun (basa)
Hijau (+++)
Hijau (+++)

2.      Hasil Pengamatan Uji kelima larutan menggunakan indicator ekstrak bunga sepatu dan bunga mawar
No
Larutan yang diuji
Perubahan warna pada penambahan ekstrak
Bunga sepatu
Bunga mawar
1
A
Hijau (+++)
Hijau (++)
2
B
Merah (+++)
Merah (+)
3
C
Merah
Merah (+++)
4
D
Merah (+++)
Merah (++)
5
E
Ungu (++)
Ungu (+)

3.      Menyimpulkan hasil uji
No
Larutan yang diuji
Kesimpulan
1
A
Larutan Basa
2
B
Larutan Asam
3
C
Larutan Asam
4
D
Larutan Asam
5
E
Larutan Basa


Jadi dari tabel diatas dapat disimpulkan :
Bahwa setiap indikator menghasilkan warna tertentu dalam larutan asam dan basa. Sedangkan indikator alami atau buatan dapat disebut suatu zat, sehingga diperoleh definisi indikator :
Suatu zat yang berubah warna jika terdapat dalam larutan asam atau basa.
1)      Yang termasuk Larutan Asam yaitu, Larutan B-C-D
2)      Yang termasuk Larutan Basa yaitu, A-E

10 komentar: