Sabtu, 23 Februari 2013

PENGEMBANGAN KARIR DAN DIKLAT DALAM ORGANISASI KESEHATAN

1.    Pengembangan Karir

a.     Pengertian Karir
Menurut Rivai (2004) karir adalah seluruh pekerjaan yang dimiliki atau dilakukan individu selama masa hidupnya.
Karir adalah urutan dari kegiatan-kegiatah perilaku yang terkait dengan kerja dan sikap, nilai dan aspirasi-aspirasi yang terkait sepanjang hidup seseorang (Faustino, 2003).
H. Handoko (2000) mengatakan berdasarkan literatur ilmu pengetahuan mengenai perilaku (bahvioural science) pada umumnya menggunakan istilah karir dengan tiga pengertian :
a)      Karir sebagai sautu urutan promosi atau pemindahan (transfer) laseral ke jabatan-jabatan yang lebih menuntut tanggung jawab atau ke lokasi-lokasi yang lebih dalam hirarki hubungan kerja sama selama kehidupan kerja seseorang.
b)      Karir sebagai penunjuk pekerjaan-pekerjaan yang membentuk suatu pola kemajuan yang sistematik dan jelas.
c)      Karir sebagai sejarah seseorang atau serangkaian posisi yang dipegannya selam kehidupan kerja. Dalam konteks ini semua orang dengan sejarah kerja mereka disebut mempunyai karir.

b.    Konsep Perencanaan Karir
ü  Definisi perencanaan karir
Suatu perencanaan tentang kemungkinan-kemungkinan seorang pegawai individu meniti proses kenaikan pangkat/jabatan sesuai persyaratan dan kemampuannya (Martoyo, 2000).
ü  Manfaat perencanaan karir
Manfaat perencanaan karir meliputi mengungkap potensi pegawai, memperkecil derajat perputaran pegawai, mendorong pertumbuhan, membantu pelaksanaan rencana kegiatan yang telah disetujui, mengurangi penimbunan dan memuaskan kebutuhan pegawai.


c.      Pengertian Pengembangan Karir
Berikut akan diketengahkan beberapa pengertian pengembangan karier.
1)      Pengembangan karier adalah suatu rangkaian (urutan) posisi atau jabatan yang ditempati seseorang selama masa kehidupan tertentu. Pengertian menempatkan posisi/ jabatan seseorang pekerja di lingkungan suatu organisasi, sebagai bagian rangkaian dari posisi/ jabatan yang ditempati selama masa kehidupannya. Posisi itu ditempatnya selama kehidupannya, sejak awal memasuki suatu organisasi/ perusahaan, sampai saat berhenti, baik karena pension atau berhenti/ diberhentikan maupun karena meninggal dunia.
2)      Pengembangan karier adalah perubahan nilai-nilai, sikap, dan motivasi yang terjadi pada seseorang, karena dengan penambahan/ peningkatan usianya akan menjadi semakin matang. Dari pengertian ini, focus pengembangan karier adalah peningkatan kemampuan metal, yang terjadi karena pertambahan usia. Perkembangan mental itu dapat juga berlangsung selama seseorang menjadi pekerja pada sebuah organisasi, yang terwujud melalui pelaksanaan pekerjaan yang menjadi tugas pokoknya.
3)      Pengembangan karier adalah peningkatan-peningkatan pribadi yang dilakukan seseorang untuk mencapai suatu rencana karier.
4)      Pengembangan karier adalah suatu kondisi yang menunjukkan adanya peningkatan-peningkatan status seseorang dalam suatu organisasi yang bersangkutan.


d.    Tujuan dan Tanggung Jawab Pengembangan Karir
Tujuan pengembangan karir dikemukakan oleh Dubrin dalam Mangkunegara (2004) adalah membantu dalam pencapaian tujuan individu dan perusahaan, menunjukkan kesejahteraan pegawai, membantu pegawai menyadari kemampuan potensi mereka, memperkuat hubungan antara pegawai dan perusahaan, membutuhkan tanggung jawab sosial, membantu memperkuat pelaksanaan program-program perusahaan, mengurangi keusangan profesi dan manajerial, mengurangi turn over dan biaya kepegawaian, membantu memperkuat pelaksanaan program-program perusahaan dan menggiatkan analisis dari keseluruhan pegawai.

Menurut Adikusomo (1997) di dalam pengembangan karir kita mengenal 2 hal yaitu :
F Jabatan struktural
Hal ini jelas karena tertera dalam organo gram misalnya perawat bisa menjadi kepala shift, supervisor perawatan atau kepala perawatan. Jika ada perawat mempunyai keahlian/pendidikan yang tinggi tetapi tidak mempunyai jabatan struktural hal ini dimasukkan ke dalam jabatan fungsional/profesional.
F Jabatan fungsional/profesional
Hingga saat ini masih belum mantap baik diperusahaan swasta maupun BUMN mempunyai konsep yang berbeda-beda. Di Departemen Kesehatan sudah ada dengan sistem kredit point yang saat ini sudah dilaksanakan di beberapa rumah sakit.
Dalam hal tanggung jawab, pengembangan karier dibedakan menjadi 2 pendekatan yaitu:
1)      Dengan pendekatan tradisional
2)      Dengan pendekatan baru

e.      Macam-macam Pengembangan karier
1.      Pengembangan karier secara individual
1)      Prestasi kerja
2)      Exprosure
3)      Permintaan berhenti
4)      Kesetiaan organisasional
5)      Mentors dan sponsor
6)      Kesempatan-kesempatan untuk tumbuh.

2.      Pengembangan karir secara organisasional
Pengembangan karir seharusnya memang tidak tergantung pada usaha-usaha individual saja, sebab hal itu kadang kala tidak sesuai dengan kepentingan organisasi, untuk memungkinkan sinkronnya dengan kepentingan organisasi, maka pihak bagian yang berwenang untuk itu, yakni departemen personalia, dapat mengatur perkembangan karir para karyawan/ anggota organisasi. Misalnya dengan mengadakan program-program latihan, kursus-kursus pengembangan karier dan sebagainya. Dalam hal ini lebih mantap lagi apabila pihak pimpinan organisasi dapat menyetujui dan merestui program-program departemen personalia tersebut. Sehingga dengan demikian pihak menejemen (pimpinan) selalu ”well-informed” mengenai upaya-upaya karir personalia dalam organisasinya.
f.      Pilihan Pengembangan Karir
Pengembangan karir itu sendiri mempunyai arah atau jalur-jalur serta pilihan yang akan memberikan kepada setiap karyawan untuk mengembangkan karirnya sepanjang arah itu mencerminkan tujuan dan kemapuannya.
Pilihan arah yang ingin dikembangkan merupakan kesempatan yang baik bagi karyawan itu sendiri di manapun dan kapanpun. Pilihan arah atau jalur pengembangan karier meliputi:
1)      Enrichment
2)      Lateral
3)      Vertical
4)      Relocation
5)      Exploration
6)      Realignment
g.     Jalur Karir
1)      Bersifat ideal dan normative
2)      Berlaku bagi pegawai negeri atau swasta
a)      Struktural
pegawai dalam bidang organisasi kesehatan melakukan pengembangan karir tergantung dimana ia bekerja atau bertugas seperti, di rumah sakit, Puskesmas, klinik, dan sebagainya. Pengembangan karier structural diraih berdasarkan tingkat kemampuan, kesempatan dan kebijakan yang ada. Contoh pengembangan karier structural yaitu kepala bangsal, kepala balai pengobatan dan lain-lain.
b)      Fungsional
pegawai dalam bidang organisasi kesehatan dalam mengembangkan karier melalui pendidikan berkelanjutan baik secara formal maupun non formal. Dan tujuannya adalah meningkatkan kemampuan professional di dalam melaksanakan fungsinya.
h.    Jalur Pengembangan Karir
F Pendidikan Berkelanjutan
Pendidikan Berkelanjutan adalah Suatu usaha untuk meningkatkan kemampuan teknis, hubungan antar manusia dan moral pegawai organisasi kesehatan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan / pelayanan dan standar yang telah ditentukan oleh konsil melalui pendidikan formal dan non formal.

i.       Manfaat Pengembangan Karir

Pengembangan karir pada dasarnya memiliki manfaat yang hampir sama dengan apa yang dikemukakan di atas, namun manfaat pengembangan ini ada kekhususan karena sudah menyangkut kegiatan pendidikan dan latihan.

Manfaat tersebut adalah sebagai berikut:

1)      Meningkatkan kemampuan karyawan

2)      Meningkatnya suplay karyawa yang berkemampuan

j.       Peran rumah sakit dalam pengembangan karir
Berdasarkan kebutuhan pegawai akan karir, berikut ini disajikan apa saja peran organisasi dalam mendukung perencanaan karir yang terdiri atas :
1)      Informasi
Informasi pada perencanaan karir ini pada dasarnya merupakan bagian dari sistem informasi sumber daya manusia. Berbagai cara dapat dilakukan misalnya ceramah, pidato, pengarahan, edaran, lokakarya tentang perencanaan karir mampu seminar tentang perencanaan karir.
2)      Pendidikan pegawai
Pengertian pendidikan pegawai disini adalah kegiatan untuk menumbuhkan dan membina keterampilan profesional, mencakup keterampilan interpersonal, keterampilan teknikal dan keterampilan intelektual.
3)      Pelatihan pegawai
Tujuan pelatihan ini utamanya adalah meningkatkan produktivitas atau hasil kerja pegawai atau dengan kata lain adalah untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja tiap pegawai. Pelatihan-pelatihan ini mencakup pelatihan untuk pelaksanaan program-program baru , pelatihan untuk para pegawai yang akan menggunakan alat atau fasilitas-fasilitas baru, dan pelatihan para pegawai yang akan menduduki job atau tugas-tugas baru.
4)      Konseling karir
Adanya bantuan bimbingan para pegawai agar tepat dalam menetapkan sasaran-sassaran karirnya sesuai minat dan kemampuannya.
2.    Diklat
Untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang dimiliki oleh sdm di rumah sakit maka dibutuhkan diklat. 

a.     Pengertian Diklat

Pelatihan/Diklat adalah suatu proses yang sistematis untuk mengembangkan pengetahuan, ketrampilan dari sikap yang diperlukan dalam melaksanakan tugas seseorang serta diharapkan akan dapat mempengaruhi penampilan kerja baik orang yang bersangkutan maupun organisasi tempat bekerja.
1)    Pendidikan
Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yuang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (UU No.20/2003 Tentang SISDIKNAS)
Kegiatan yang bertujuan mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan nilai moral yang dibutuhkan di semua aspek kehidupan (David Osborne, 1996)
PENDIDIKAN: LEARNING HOW TO THINK DAN LEARNING HOW TO LEARN → PENGETAHUAN DAN SIKAP

2)    Pelatihan
Aktivitas yang direncanakan untuk mengubah sikap, pengetahuan atau keterampilan melalui pengalaman belajar dalam rangka meningkatkan kinerja yang efektif di dalam kerjanya (David Osborne, 1996)
PELATIHAN: LEARNING HOW TO DO DAN LEARNING TOGETHER → PSIKOMOTOR

KATA KUNCI PELATIHAN
F Proses Belajar (Learning)
Usaha aktif seseorang yang dilakukan secara sadar untuk mengubah perbuatan, perilaku atau kemampuannya baik pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku dimana hasilnya bisa benar atau salah.

F Kompetensi (Competence)
Kemampuan dasar yang dipersyaratkan untuk dapat menjalankan aktivitas dalam pekerjaan.
Aspeknya adalah Pengetahuan, sikap, keterampilan, nilai serta tahap-tahap pelaksanaannya.

F Karyawan atau Pegawai (People)
Seseorang yang sudah dewasa yang menduduki seautu jabatan tertentu dalam organisasi dimana orang tersebut memerlukan suatu pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk meningkatkan hasil pekerjaannya.


F Pekerjaan atau Jabatan (Job)
Sejumlah tugas-tugas spesifik yang dilakukan oleh seorang karyawan atau pegawai dimana tugas-tugas tersebut mempunyai tingkat kerumitan dan kesulitan serta berhubungan satu sama lain.

b.    Tujuan Diklat
ü Menitik beratkan pada peningkatan kinerja
ü Mampu melaksanakan pekerjaan
ü Sesuai standar yang telah ditetapkan
ü Dengan kecepatan yang telah ditentukan
ü Dengan aman dalam keadaan normal
ü Memahami secara rinci tentang pekerjaan atau beban kerjanya
ü Mengembangkan potensi diri secara optimal
ü Mampu memecahkan masalah operasional
ü Meningkatkan standar pelaksanaan tugas
ü Mencapai kualitas hasil kerja sesuai standar
ü Mengambangkan dan memelihara moral yang lebih tinggi
ü Membina kemampuan kepemimpinan, teknis dan fungsional

c.      Pegawai yang perlu dilatih
Ø Menghadapi tugas baru
Ø Kesenjangan kemampuan
Ø Kebijakan baru
Ø Dipromosikan pada jabatan baru


3.    Pengembangan Karir dan Diklat dalam Organisasi Kesehatan

Pengembangan karir merupakan kondisi yang menunjukkan adanya peningkatan jenjang jabatan dan jenjang pangkat bagi seorang pegawai negri pada suatu organisasi dalam jalur karir yang telah ditetapkan dalam organisasinya. Pengembangan karir (seperti promosi) misalnya kenaikan pendapatan, perbaikan fasilitas dan sebagainya. Pengembangan karir organisasi kesehatan meliputi karir fungsional dan karir struktural. Pada saat ini pengembangan karir pada organisasi kesehatan secara fungsional telah disiapkan dengan jabatan fungsional bagi pegawai dalam bidang organisasi kesehatan misalnya puskesmas atau rumah sakit, serta melalui pendidikan berkelanjutan baik secara formal maupun non formal yang hasil akhirnya akan meningkatkan kemampuan profesional dalam melaksanakan fungsinya. Fungsi organisasi kesehatan nantinya dapat sebagai pelaksana,pendidik, dan peneliti. Dalam mengantisipasi perkembangan saat ini, diperlukan tenaga kesehatan khususnya yang berkualitas baik dari segi pengetahuan, keterampilan, dan profesionalitas.

1)      Contoh Pengembangan karir di Rumah sakit

Diskripsi Pekerjaan dapat dikembangkan mellaui analisis posisi klinis. Ada enam langkah pengembangan yaitu :
F Identifikasi posisi
F Analisis pekerjaan
F Analisis kegiatan setiap pekerjaan
F Evaluasi fungsi melalui analisis kinerja mereka menggunakan penilaian kinerja untuk setiap posisi
F Analisis indikator kinerja untuk setiap kompetensi
F Metoda penilaian kinerja (Poline, 1984)
Untuk mengembangkan diskripsi pekerjaan haruslah mempertimbangkan standar dan peraturan yang digunakan organisasi. Diskripsi pekerjaan, kewenangan dan responsibilitas pada masing-masing posisi klinis harus jelas bagi rumah sakit dalam memberi asuhan langsung kepada pasien. Ada beberapa kriteria tertentu untuk mengembangkan diskripsi pekerjaan sebagai berikut :
a)      Diskripsi pekerjaan harus terkini dan akurat untuk mensyaratkan fungsi dan tugas yang diperlukan.
b)      Posisi/jabatan klinis harus jelas berdasarkan ketentuan dan jenjang karier yang ditetapkan oleh organisasi.
c)      Diskripsi pekerjaan menunjukkan jenis dan spesifikasi pekerjaan, bagaimana dan untuk apa pekerjaan tersebut berbeda satu dengan lainnya.
d)     Diskripsi pekerjaan harus lengkap dan tidak mendetail, sehingga dapat mengembangkan fungsi N
e)      Diskripsi pekerjaan harus realistis untuk aspek teknis dan sumber daya manusia yang memungkinkan.
Prinsip-prinsip penulisan dan pengorganisasian pekerjaan yang bijaksana dan memberi kontribusi terhadap perkembangan dirumah sakit adalah :
*      Mengatur pekerjaan untuk kebutuhan logis
*      Menetapkan fungsi dan tugas yang jelas dan ringkas
*      Mulai dengan kalimat aktif, kata kerja fungsional
*      Bila mungkin gunakan kata spesifik dan jelas.

Rumah sakit yang unggul dalam pelayanan bermutu dan memberikan kepuasan pelanggan dapat berdampak :
Ø  Meningkatkan manajemen Rumah sakit yang lebih efektif dan efisien
Ø  Meningkatkan komitmen dan kemampuan pelayanan karyawan
Ø  Menyelenggarakan pelayanan yang berorientasi pada kepuasan pelanggan
Ø  Melaksanakan kegiatam klinik secara professional
Ø  Meningkatkan citra rumah sakit melalui upaya promosi dan pemasaran
Ø  Meningkatkan pengembangan karier sumber daya manusia dan kesejahteraan karyawan.
Pelatihan bagi SDM Kesehatan Kabupaten/Kota pada dasarnya adalah untuk peningkatan kinerja SDM sebagai individu dan organisasi dimana SDM itu bekerja. Agar pelatihan tersebut dapat memenuhi tujuan peningkatan kinerja, perlu dilakukan pengendalian mutu terhadap manajemen pelatihannya, yaitu mulai dari perencanaan sampai evaluasi.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa :
v  Pada prinsipnya pengembangan model unit diklat kesehatan kab/kota adalah suatu bentuk penguatan kab/kota dalam mengelola pengembangan SDM kesehatan diwilayahnya melalui program pelatihan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar